PT. LINKAR INDONESIA CENDEKIA
Jakarta, Indonesia.
Send Your Mail At
[email protected]
April 12, 2021 , Blog
Mengapa Agenda Transformasi Bisnis Harus Dipercepat?

Transformasi bisnis, baik yang direncanakan maupun karena terpaksa, selalu membawa  ketidaknyamanan, ketidakpastian, bahkan keraguan akan kemampuan pelaksanaannya,  Tidak terlalu mengherankan jika melihat kompleksitas proses yang biasa mengikutinya, yang dapat membingungkan antara memilih pencapaian jangka pendek atau sukses jangka  panjang perusahaan. Apapun yang menyebabkan transformasi itu harus dilakukan  (perubahan arah bisnis, merger & acquisition, transformasi digital, pengenalan budaya baru  perusahaan, atau akibat imbas COVID19), perusahaan tidak dapat berlama-lama larut  dalam proses transformasi itu sendiri, ada target-target bisnis yang harus tetap dicapai. 

Tantangan terbesar transformasi sebenarnya berada di dalam organisasi itu, bukan pada  proses atau tool dan teknologi yang dibutuhkan tapi dari orang-orang yang terlibat dalam  transformasi itu sendiri. Mengatasi beberapa faktor utama berikut akan membuat agenda  transformasi dapat dipercepat. 

1. Menghilangkan resistensi terhadap perubahan 

Biasanya muncul dari rasa takut terhadap kehilangan rasa nyaman yang sudah ada  saat ini. Disamping juga ketidakjelasan akan nasib mereka di dalam organisasi sesudah  transformasi. 

Salah satu persiapan terbaik dalam menjalankan agenda transformasi adalah dengan  membuat para leader dalam organisasi melihat agenda transformasi dari awal sampai 

akhir, paham akan kenapa dan bagaimana mereka harus terlibat di dalamnya, dan  memastikan komitmen mereka dalam mendukung seluruh agenda transformasi. 

Dibutuhkan serial komunikasi, pendekatan, dan pembekalan inspiratif dalam seluruh  hirarki organisasi, khususnya ke para leader (formal maupun informal) sebagai role  model bagi keseluruhan karyawan. Proses ini tidak dapat dilakukan melalui training  biasa karena para leader bukan hanya harus menggunakan setiap gaya kepemimpinan  yang mereka miliki tapi juga harus secara tulus menjalankan komitmennya. 

2. Mengurangi transformation fatigue akibat tantangan yang berkelanjutan 

Tantangan yang terus menerus dalam situasi yang tidak menentu, seperti saat  pandemi, memang membutuhkan kelincahan berbisnis untuk tetap relevan dengan  lingkungan bisnis yang bergejolak. Transformation fatigue merujuk pada kondisi dimana  terjadi kelelahan dalam organisasi untuk terus menyesuaikan diri dengan perubahan,  yang dapat berujung pada perilaku apatis terhadap transformasi itu sendiri.  

Penentuan target-target jangka pendek transformasi dan kecepatan mencapainya akan  menjaga energi, fokus, dan kemampuan orang-orang yang terlibat di dalamnya. Kesepahaman, kerjasama, dan engagement team dalam menjaga agenda transformasi  akan menjamin lingkungan kerja yang menyenangkan dan berenergi sehingga  mengurangi, bahkan mencegah, terjadinya transformation fatigue

3. Menjaga prioritas: hasil jangka pendek atau sukses jangka panjang? 

Secara otomatis, hasil-hasil jangka pendek akan menjadi prioritas saat organisasi larut  dalam proses transformasi. Tidak mengherankan jika banyak ahli menyatakan  pengukuran seperti perbaikan perilaku karyawan, sense of direction, personal purpose,  dan job satisfaction menjadi pengukuran-pengukuran penting dalam proses  transformasi. Sementara pertumbuhan dan sukses masa depan, seperti kepuasan  pelanggan, partnership growth, product time to market, dll. tetap harus diperhatikan  melalui pengukuran-pengukuran yang berbeda.  

Adalah tugas seorang pemimpin perusahaan untuk dapat mengkomunikasikan target  sukses masa depan perusahaan dan menggerakkan para leader lainnya untuk  mempengaruhi keseluruhan team untuk mencapainya. 

Ketiga hal tersebut di atas hanya akan dapat diatasi jika para leader dapat digerakkan atas  kesadarannya sendiri untuk menggunakan semua gaya kepemimpinan yang dibutuhkan  untuk menjadi role model dan menjalankan agenda transformasi. Di sisi lain, dibutuhkan  engagement seluruh team dalam organisasi terhadap visi, misi, dan agenda transformasi.  

Tidak ada pendekatan terbaik lainnya untuk mendapatkan hasil tersebut selain melalui  program coaching, dimana kesadaran dan potensi terbaik seluruh leader dan timnya, akan  agenda transformasi, dapat dibangkitkan. 

#businesstransformation #transformationcoach #peopledevelopment #teamengagement #leadershipcoaching

Artikel karya: I Made Harta Wijaya, CPCP-38 Loop Institute of Coaching Indonesia


Latest Blog

Usir rasa Malas dengan Teknik KAIZEN
Negara Jepang terkenal dengan negara yang memiliki etos kerja dan disiplin yang baik. Tapi, apakah teman-teman loopers tah...
Konten Penjualan LAC
Leader adalah sosok yang bertanggungjawab pada kinerja serta pengembangan performa anggota tim kerja. Memastikan setiap tu...
Keunggulan Loop
Loop adalah institusi pertama yang membawa program coaching training berbasiskan International Coaching Federation ke Indo...